Attention

Thanks a lot for visit my blog. Blog ini belum sepenuhnya lengkap dan sempurna, silahkan tinggalkan komentar yang membangun untuk melengkapi blog ini. Thank you for your attention. .

Like this blog on Facebook

Minggu, 18 April 2010

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck


SINOPSIS NOVEL

1. Judul : Tenggelamnya Kapal Van der Wijck

2. Nama pengarang : Hamka

3. Penerbit : Balai Pustaka

4. Cetakan : ke-4

5. Bahasa : Melayu Indonesia

6. Tebal buku : 223 halaman

7. Ringkasan cerita :

Tenggelamnya Kapal Van der Wijck

Di tepi pantai diantara kampung Baru dan kampung Mariso, berdiri sebuah rumah bentuk Mengkasar yang salah satu jendelanya menghadap ke laut. Di sanalah seorang anak muda bernama Zainuddin, yang berusia sekitar 19 tahun tinggal bersama ibu angkatnya yang bernama Mak Base. Ia sejak kecil telah ditingal mati kedua orang tuanya. Sebelum ayahnya meninggal ia mengatakan bahwa negerinya yang asli bukan Mengkasar, tetapi jauh di seberang lautan yang lebih indah dari negeri yang didiaminya sekarang, dan di sanalah asal nenek moyangnya.

Ayahnya berasal dari negeri kecil dalam wilayah Batipuh X Koto(Padang Panjang) yang bergelar Pendekar Sutan. Ayahnya diusir dari Batipuh dan dibuang 15 tahun di pembuangan Cilacap, lantaran ia telah membunuh mamaknya yang bernama Datuk Mentari Labih. Pekaranya karena mamaknya menggunakan warisan peninggalan ibunya seorang diri dan melarangnya menggunakan warisan itu. Sehabis masa hukumannya ia pergi ke Mengkasar, walaupun hatinya ingin pulang ke Minangkabau. Ia menikah dengan gadis Mengkasar bernama Daeng Habibah, anak orang tua keturunan Melayu tempat ia menumpang di Mengkasar. 4 tahun berumah tangga mereka dikarunuai anak yang diberi nama Zainuddin.

Sepeninggal orang tuanya Zainuddin diasuh oleh Mak Base. Suatu hari ia mengutarakan keinginannya untuk pergi ke Padang negeri asal ayahnya dilahirkan pada orang tua angkatnya itu. Tapi Mak Base berat melepas anak angkatnya itu karena sudah sejak kecil Zainuddin diasuh layaknya anak sendiri. Tapi akhirnya bulat keputusan mereka bahwa Zainuddin akan pergi ke Padang mencari keluarga ayahnya. Sebelum berangkat Zainuddin dan Mak Base mengunjungi makam orang tuanya. Pukul 5 sore kapal akan berangkat. Mereka berdua saling menangis saat berpisah di pelabuhan. Selepas Zainuddin ke Padang, Mak Base pulang ke Bulukumba menemui keluarganya yang masih ada.

Setibanya di Padang, Zainuddin segera mencari keluarga ayahnya di dusun Batupuh. Setelah bertemu dan berkenalan dengan keluarga bakonya, ia sangat bahagia tapi lambat laun mulai menghilang karena kehidupannya di sana tak seperti yang ia bayangkan. Di Batipuh ia bertemu dan berkenalan dengan seorang gadis cantik dan beradat bernama Hayati. Setelah pertemuan di Elok Lubuk itu, hubungan mereka berdua mulai diwarnai dengan cinta dan mulai surat-menyurat. Tapi yang mereka berdua lakukan telah menjadi buah bibir warga dan ditentang oleh mamaknya Hayati, karena berkiriman surat itu dilarang oleh adat. Dan akhirnya Zainuddin pun diusir dari Batipuh dan disuruh pergi ke Padang Panjang. Di perbatasan dusun, Hayati melepas kepergian Zainuddin dan mengucap janji akan menunggu Zainuddin sampai ia kembali.

Di Padang Panjang, Zainuddin menuntut ilmu untuk bekal hidupnya. Ia juga selalu surat-menyurat denga Hayati. Di Padang Panjang tiap satu tahun sekali diadakan pacuan kuda dan pasar malam. Seluruh warga Padang menonton acara itu,tak ketinggalan pula Hayati dan Mamak Tangahnya. Hayati dan Mamaknya itu tinggal di rumah khadijah sahabat Hayati. Di sanalah ia berkenakan dengan Azis keponakan Khadijah. Dan di acara itu pula ia bertemu dengan Zainuddin kekasihnya tapi hanya sekejap saja, karena nampaknya Khadijah tidak suka melihat temannya itu bersama dengan Zainuddin. Di acara itu pula Hayati mulai mengenal kehidupan kawannya di kota yang serba mewah itu. Tapi Zainuddin tidak setuju dengan pakaian yang dipakai Hayati.Namun Khadijah juga tidak suka dengan penampilan Hayati dan Zainuddin yang masih kuno itu.

Sepulangnya dari melihat pasar malam dan pacuan kuda, Hayati agaknya terpengaruh denga katakata Khadijah. Ia mulai rindu dengan keadaan yang ia alami di rumah Khadijah,rindu dengan kemewahan yang ia rasakan, dan rindu pada Azis yang pandai merayu itu. Tapi setelah itu ia ingat dengan Zainuddin yang amat ia cintai dan kasihani lantaran kemalangan selalu menimpanya.

Setelah pertemuannya dengan Hayati di rumah Khadijah,Azis agaknya mulai suka dengan Hayati. Keluarga Azis mengirimkan wakilnya untuk meminang Hayati dengan pengaruh bahwa keluarganya beruang,beradat sama,dan tak kurang suatu apa. Suatu hari Zainuddin mendapat surat dari Daeng Masinga yang mengabarkan bahwa Mak Base ibu angkatnya telah meninggal dan ia meninggalkan warisan sebesar Rp 3.200,00 untuknya. Menerima kabar itu hatinya sangat sedih timbul niatannya untuk bunuh diri, tapi diurungkan niatnya itu. Karena pikirnya dengan uang yang ia miliki ia memberanikan diri meminang Hayati melalui surat yang ia kirimka ke Batipuh. Dengan adat yang ada Ninik Mamak Hayati memutuskan menerima pinangan Azis. Dan Hayati juga terpaksa menerima keputusan itu.Menerima surat penolakan itu,hati Zainuddin makin hancur dan ia pun makin sedih. Akhirnya ia ceritakan segala derita hidupnya pada Muluk sahabatnya yang sangat ia percaya. Dan ia meminta bantuan pada temannya itu agar menyelidiki Azis. Muluk pun menceritakan segala keburukan Azis. Dan Zainuddin menulis surat untuk memperingatkan Hayati akan calon suaminya. Tapi Hayati menolak segala permintaan Zainuddin dengan kata-kata yang cukup menyakitkan untuk Zainuddin.

Setelah itu Zainuddin sakit cukup lama yaitu 2 bulan. Dalam sakitnya ia mengigaukan nama Hayati. Atas permintaan dokter akhirnya Hayati ditemani suaminya dibawa ke Padang Panjang untuk menjenguk Zainuddin agar ia bias cepat sembuh.Tapi apa daya karena Hayati telah menjadi milik orang lain.

Setelah sembuh dari sakitnya Zainuddin sepakat untuk pergi ke Jawa,untuk mewujudkan cita-citanya bersama temannya Muluk. Di sanalah dia menjadi terkenal sebagai seorang pengarang dengan sebutan letter”Z”, dan mengganti namanya menjadi Shabir. Dari Jakarta lalu ia pindah ke Surabaya.Hayati dan suaminya juga pindah ke Jawa karena Azis dipindahtugaskan ke sana. Di tempat Club Anak Sumatra,Zainuddin bertemu dangan Hayati da Azis kembali. Setelah pindah ke Surabaya kelakuan Azis mulai berubah,mulai bersikap kasar,dan kehidupan mereka mulai kekurangan.Azis juga mulai mengutang pada Zainuddin.

Tiba pada suatu hari,Azis dan Hayati diusir dari tempat tinggal mereka karena hutang Azis yang menumpuk.Sejak saat itu mereka menumpang selama beberapa bulan di rumah Zainuddin.Akhirnya Azis memutuskan untuk mencari kerja di Banyuwangi dan menitipkan Hayati pada Zainuddin selama ia pergi.Suatu hari Azis mengirimkan surat cerai Pada Hayati dan mengirimkan surat pada Zainuddin yang berisi kata maaf.Dan terdengar kabar bahwa Azis bunuh diri di Banyuwangi.Hayati ingin tinggal dengan Zainuddin di Surabaya namun Zainuddin tak mengizinkannya dan menyuruhnya pulang ke kampung.

Sebelum Hayati pergi Muluk membawakannya gambar Zainuddin pada Hayati. Dengan kapal Van der Wijck Hayati pulang ke Padang dan diantar Muluk sampai pelabuhan. Sebelum kapal berangkat Hayati menitipkan surat untuk Zainuddin pada Muluk.Di Malang Zainuddin memimpikan Hayati yang terus menyebut-nyebut namanya. Maka pulanglah ia ke Surabaya.Sesampainya di rumah,Muluk memberikan surat Hayati yang terakhir pada Zainudddin.Setelah membacanya ia berubah pikiran dan memutuskan untuk menjemput hayati ke Jakarta.

Pagi harinya saat ia membaca koran,ia panik karena kapal yang ditumpangi Hayati yaitu kapal Van der Wijck telah karam. Ia mulai panik dan mengajak Muluk ke Lamongan untuk mencari Hayati.Setibanya di sana ia menemukan Hayati masih hidup tapi dalam keadaan yang buruk. Di sanalah pertemuan terakhir Zainuddin dengan Hayati sebelum akhirnya Hayati meninggal. Hayati dimakamkan di Surabaya.

Hampir setiap hari Zainuddin mengunjungi makam Hayati. Ia sangat menyesal atas perbuatannya yang telah menyuruh Hayati pulang ke kampung. Karena meratapi nasibnya, makin hari tubuhnya makin kurus dan mulai sakit. Setelah kepergian Hayati tak banyak orang yang tau keadaan Zainuddin. Tiba-tiba pada suatu hari tertulis di koran bahwa pengarang terkenal yang bernama Zainuddin itu telah meninggal. Ia dimakamkan di dekat makam Hayati.Zainuddin meninggalkan surat wasiat yang isinya memberikan sejumlah uangnya di bank untuk Muluk sahabatnya,memberikan harta peninggalan orangtuanya di Mengkasar untuk Daeng Masinga,dan menyerahkan karangannnya pada Club Anak Sumatra untuk sedapat-dapatnya dicetak dan uangnya diberikan pada orang kurang mampu.

1 komentar:

Bean Says

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Thanks for follow my blog

Royalgreen

Royalgreen
Berpijak di atas bumi, tetap berdiri dan bertahan dtengah kerasnya kehidupan yang tak menghargai ketidaksempurnaan dan tak ada toleransi bagi sebuah kelemahan.