Attention

Thanks a lot for visit my blog. Blog ini belum sepenuhnya lengkap dan sempurna, silahkan tinggalkan komentar yang membangun untuk melengkapi blog ini. Thank you for your attention. .

Like this blog on Facebook

Minggu, 18 April 2010

Contoh Isi Karya Tulis

IDENTIFKASI PULAU BALI

A. DEFINISI UMUM PULAU BALI

Bali dikenal sebagai Pulau Dewata (island God/island Paradise) merupakan salah satu tempat wisata terbaik di Indonesia bahkan dunia. Kuta, Sanur, Nusa Dua, Bedugul, Ubud, Sukawati, Lovina, dan lain lain merupakan tempat wisata yang terkenal di Bali.

Bali adalah sebuah pulau di Indonesia, sekaligus menjadi salah satu provinsi Indonesia. Bali terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Ibukota provinsinya ialah Denpasar, yang terletak di bagian selatan pulau ini. Mayoritas penduduk Bali adalah pemeluk agama Hindu. Di dunia, Bali terkenal sebagai tujuan pariwisata dengan keunikan berbagai hasil seni-budayanya, khususnya bagi para wisatawan Jepang dan Australia. Secara administratif Provinsi Bali terbagi atas 9 kabupaten/kota, 55 kecamatan dan 701 desa/kelurahan.

Selain dari sektor pariwisata, penduduk Bali juga hidup dari pertanian dan perikanan. Sebagian juga memilih menjadi seniman. Bahasa yang digunakan di Bali adalah Bahasa Indonesia, Bali, dan Inggris khususnya bagi yang bekerja di sektor pariwisata. Di Bali tidak ada gedung-gedung tinggi karena gedung atau rumah-rumah penduduk tingginya tidak boleh melebihi pohon kelapa.

B. HARI RAYA DI BALI

Hari raya keagamaan bagi pemeluk agama Hindu Dharma, umumnya di hitung berdasarkan wewaran dan pawukon. Kombinasi antara Panca Wara, Sapta Wara dan Wuku. Namun adapula Hari raya yang menggunakan penanggalan Saka.

Hari raya yang sudah diakui di oleh pemerintah ada dua yaitu menurut Selasih yang diadakan setiap sepuluh bulan sekali.

1. Hari Raya Nyepi

Hari raya Nyepi diadakan setiap satu tahun sekali, yang jatuh pada bulan Maret. Pada saat Nyepi tiba, suasana di Bali sangat hening.

Tiga hari sebelum Nyepi diadakan Upacara Melasti, yaitu upacara untuk menyucikan benda-benda yang dianggap memiliki sifat religious, contohnya Barong. Sehari sebelum Nyepi di Bali diadakan Upacara Pengerupukan pada sore hari sekitar jam 7 waktu Bali, diadakan Upacara Pencaruan Agung untuk memohon keselamatan pada Buta Kala dan persiapan makanan untuk hari raya Nyepi, karena mulai jam 6 pagi orang-orang Bali tidak boleh menanak nasi. Selama Nyepi orang-orang Bali melakukan puasaselama 24 jam. Setelah hari raya Nyepi usai penduduk Bali mengadakan silaturahmi kepada sanak saudara dan keluarga, dan mereka juga mengadakan liburan/ rekreasi.

è Empat larangan pada hari raya Nyepi

1. Amati Geni, yaitu tidak boleh menyalakan api mulai dari jam 6 pagi, sebelum jam 6 pagi para wanita sudah harus selesai menanak nasi.

2. Amati Karya, yaitu tidak boleh bekerja atau melakukan kegiatan apapun untuk menenangkan pikiran dan mendekatkan diri pada Tuhan.

3. Amati Lelungan, yaitu tidak boleh keluar rumah atau berkunjung ke rumah tetangga/ keluarga.

4. Amati Lelaguan, yaitu tidak boleh meminum minuman keras.

2. Hari Raya Siwelatri

Hari raya Siwelatri merupakan hari raya untuk peleburan atau penebusan dosa dengan cara begadang semalam suntuk terutama di tempat-tempat suci.

Setiap enam bulan sekali menurut Pawukon ada empat hari raya yang dirayakan oleh penduduk Bali, antara lain sebagai berikut :

  1. Hari Raya Pagar Wesi

Hari raya Pagar Wesi merupakan hari turunnya Sang Hyang Pramesti Guru. Bagi sebuah keluarga yang salah satu anggota keluarganya sudah meninggal, pada hari tersebut dibawakan sesaji ke kuburan yang belum diaben.

  1. Hari Raya Tumpak Landep

Hari raya Tumpak Landep merupakan hari dimana diadakan sebuah upacara untuk memandikan benda-benda yang terbuat dari besi, contohnya mobil dan senjata.

  1. Hari Raya Galungan

Hari Raya Galungan jatuh pada hari Buda, Kliwon, Dungulan.

  1. Hari Raya Kuningan

Hari raya kuningan diadakan setiap enam bulan sekali. Jatuh pada: Saniscara, Kliwon, Kuningan. Di hari tersebut para penduduk Bali merayakan kemenangan Dharma melawan Adharma atau kemenangan kebaikan melawan kejahatan.

Setiap bulan penuh di Bali, semua anak sekolah memakai pakaian adat Bali dan di sekolah mereka bersembahyang bersama sampai pukul sepuluh dan kemudian setelah pukul sepuluh mereka melakukan aktivitas belajar-mengajar seperti biasa.

C. UPACARA NGABEN

Upacara Ngaben, adalah prosesi upacara pembakaran jenazah, Sebagaimana dalam konsep Hindu mengenai pembakaran jenazah, upacara ini sebagai upaya untuk mempercepat pengembalian unsur-unsur/zat pembentuk dari raga/wadag/badan kasar manusia. Ada empat lontar utama yang memberi petunjuk tentang adanya upacara Pitra yadnya, yaitu Yama Purwa Tatwa (mengenai sesajen yang digunakan), Yama Purana Tatwa (mengenai filsafat pembebasan atau pencarian atma dan hari baik-buruk melaksanakan upacara), Yama Purwana Tatwa (mengenai susunan acara dan bentuk rerajahan kajang), dan Yama Tatwa (mengenai bentuk-bentuk bangunan atau sarana upacara).

Upacara ini adalah penyelesaian terhadap jasmani orang yang telah meninggal. Upacara ngaben disebut pula upacara Pelebon atau Atiwa-tiwa dan hanya dapat dilakukan satu kali saja terhadap seseorang yang meninggal. Tujuannya adalah untuk mengembalikan unsur-unsur jasmani kepada asalnya yaitu Panca Maha Bhuta yang ada di Bhuana Agung.

Jenis-jenis Upacara Ngaben adalah :

1. Sawa Wedana, adalah pembakaran yang secara langsung di mana mayat orang meninggal langsung di bawa kekuburan ( setra ) untuk di bakar.

2. Asti Wedana, adalah suatu upacara yang di lakukan setelah selesai upacara pembakaran mayat, kemudian tulang-tulang yang telah menjadi abu di hanyut ke laut atau ke sebuah sungai yang bermuara ke laut.

3. Swasta Wedana, adalah suatu upacara pembakaran atas mayat yang tidak lagi dapat di ketemukan, sehingga mayat tersebut dapat di wujudkan dengan kuasa ( lalangan ), air dan lain-lainnya.

4. Ngelungah, adalah upacara pembakaran mayat yang masih kanak-kanak atau yang belum tanggal gigi.

5. Atma Wedana, adalah upacara pengembalian atma dari alam Pitara ke alam Hyang Widhi. Upacara ini di sebut juga dengan “ Upacara Nyekah “, yang bertujuan untuk meningkatkan kesucian dan kesempurnaan atma orang yang meninggal agar dapat kembali ke asalnya.

LAPORAN PERJALANAN

A. PANTAI SANUR

Pantai Sanur terletak di Desa Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan Kotamadya Dati II Denpasar. Pantai ini terletak di sebelah Timur dan Selatan desa Sanur. Pantai Sanur adalah salah satu objek wisata pantai di Bali selain pantai Kuta. Pantai Sanur dikenal juga Sunrise beach atau Pantai Matahari Terbit karena saat pagi hari kita dengan leluasa melihat matahari terbit tanpa dihalangi oleh pegunungan atau bukit.

Gugusan pulau Serangan dan bukit batu karang yang menjorok ke laut di seberang laut terlihat dari Pantai Sanur sebelah Selatan. Panorama pantai Sanur sebelah Selatan lebih indah dilihat pada pagi hari. Tempat meninjau yang strategis adalah bagian Timur, di Semawang dan Mertasari. Keadaan udara di sana terasa segar dan bertiup angin laut yang nyaman. Suasana di sepanjang pantai Sanur terang dan teduh karena penuh dengan pohon besar. Pantai Sanur baik untuk menikmati matahari terbit (Sun Rise) dan berjemur di sepanjang pantai yang berpasir putih.

Daya tarik pantai Sanur sebelah Utaranya melingkar seperti setengah lingkaran dan bagian Selatannya berbelok dari Timur ke Barat, dimana gelombang air lautnya tak begitu besar dan bila airnya surut terlihatlah batu karang yang membentang berwarna-warni. Pada hari mendekati bulan mati air lautnya naik dan gelombangnya agak besar. Di sebelah Tenggara terlihatlah gugusan pulau Nusa Penida di seberang laut dan di sebelah Timur kelihatan panorama pantai Selatan Pulau Bali dengan gunungnya.

B. MONUMEN PERJUANGAN RAKYAT BALI

Monumen Selaksa Makna atau Monumen Perjuangan Rakyat Bali merupakan bentuk penghormatan rakyat Bali bagi para pahlawan pejuang kemerdekaan sekaligus sebagai perlambang dari semangat penyemaian dan pelestarian jiwa patriotism rakyat Bali dari generasi ke generasi. Pendirian monument ini diprakarsai oleh Prof. DR. Ida Bagus Mantra. Disain bangunan ini dibuat oleh Ida Bagus Gede Yadnya. Pembangunan dimulai pada tahun 1988 sampai 2003, dan diresmikan pada tanggal 14 Juni 2003 oleh Presiden Megawati Soekarno Putri.

è Makna falsafah agama Budha yang tersirat dari bangunan ini :

1. Lingga Yoni merupakan asal-muasal dari kehidupan di semesta raya ini. Lingga bermakna purusa (maskulinitas) disimbolkan oleh bangunan monument menjulang tinggi menyerupai genta. Yoni bermakna pradana (feminitas) disimbolkan oleh pelataran bangunan dimana monumen tersebut berdiri megah.

2. Pemutaran Mandara Giri, mengisahkan tentang perjuangan para dewata dan para daitya untuk memperoleh Tirta Amertha atau air kehidupan abadi yang terdapat ditengah-tengah lautan susu atau Ksirarnawa. Gedung utama bangunan monument adalah symbol dari Madhara Giri. Ornament Bajra di puncak gedung adalah symbol Dewa Siwa dan Naga Basuki difisualisasikan kepala naga pada Kori Agung dan ekor sebagai penyangga Swamba. Sedangkan kolam adalah symbol Ksirarnawa tempat Tirta Amertha yang diperebutkan. Tirta Amertha diibaratkan seni budaya yang bermutu, yang dicari, diciptakan oleh seniman/seniwati diseluruh pulau Bali. Hasil budaya yang bermutu tinggi itu adalah Amerthanya pulau Bali.

3. Asta Dala, merupakan bunga teratai berkelopak delapan melambangkan kemahakuasaan Tuhan Yang Maha Esa yang memancarkan kedelapan penjuru mata angin :

Ø Anima : Sifat yang halus bagaikan kehalusa atom

Ø Logima : Sifat yang ringan bagaikan ether

Ø Mahima : Sifat yang maha besar mengisi semua tempat

Ø Prapti : Sifat mencapai segala tempat yang dikehendaki

Ø Prakamya : Segala kehendak tercapai olehNya

Ø Isitawa : Sifat merajai segala-galanya dan paling utama

Ø Wasita : Sifat yang paling berkuasa

Ø Yatrakana Wasayitra : tidak dapat dterangkan sifat dan kodratnya.

Secara horizontal bangunan Monumen Perjuangan Rakyat Balimenerapkan konsepsi Tri Mandala yakni :

  1. Utama Mandala adalah areal dan bangunan yang berada di tengah-tengah yang menjadi inti dari keseluruhan bangunan.
  2. Madya Mandala adalah pelataran yang mengitari bangunan inti.
  3. Nista Mandala adalah pelataran terendah dan terluar yang mengitari seluruh bangunan.

Secara vertical bangunan Utama Mandala menggunakan falsafah Tri Angga

  1. Utamaning Angga berada pada puncak yang merupakan symbol keheningan. Tempat ini dicapai dengan melalui 69 tangga melingkar yang melambangkan “Sad Ripu” dan “Dwara Sanga”, dari tempat ini kita dapat menikmati keheningan dan melihat suasana kota Denpasar.

Keenam musuh (Sad Ripu) tersebut ialah :

a. Kama : hawa nafsu

b. Loba : tamak/ rakus

c. Mada : marah, emosional, gelap mata

d. Moha : bingung dan susah

e. Matsarya : iri hati, dengki

Kesembilan pintu/ lubang pada tubuh manusia yaitu :

a. Lubang mata : 2

b. Lubang telinga : 2

c. Lubang hidung : 2

d. Lubang mulut : 1

e. Lubang kemaluan : 1

f. Lubang dubur : 1

  1. Madya Angga adalah lantai dua yang berfungsi sebagai tempat diorama. Di ruangan ini terdapat 33 diorama, angka 33 bermakna keseimbangan yang merupakan jumlah Neptu (urip) dari arah Timur (urip lima), Selatan (urip Sembilan), Barat (urip tujuh), Utara (urip empat), dan tengah (urip delapan). Jika ditarik garis Timur – Barat, Utara – Selatan adalah merupakan tapak dara yakni asal-muasal lambing Swastika yang merupakan lambang kseimbangan (kekuatan).
  2. Nista Angga adalah lantai dasar gedung monumen, di areal ini terdapat ruang untuk fasilitas monumen. Di tengah-tengah Nista Angga terdapat telaga yang disebut Puser Tasik.

Selain falsafah Hindu, Monumen Perjuangan Rakyat Bali juga dibangun menggunakan konsep Nasional yaitu falsafah pemersatu bangsa. Anak tangga pada Kori Agung berjumlah 17, yiang utama berjumlah 8 dan tinggi monumen 45 meter, ini melambangkan hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945. Monumen ini memiliki fasilitas yang dikomersialkan untuk umum seperti ruang pertemuan, ruang pameran, ruang perpustakaan dan peralatan monumen yang dapat dipergunakan untuk perhelatan seperti prewedding, wedding maupun gala dinner.

C. TARI BARONG JAMBE BUDAYA

Pementasan tari Barong terletak di jalan Pasekan, Batubulan, Gianyar. Tari Barong menggambarkan pertarungan antara “kebajikan” melawan “kebatilan”. Barong adalah binatang purbakala melukiskan “kebajikan” dan Rangka adalah binatang purbakala yang maha dahsyat menggambarkan “kebatilan”.

1. GENDING PEMBUKA

Barong dan kera sedang berada di dalam hutan yang lebat. Kemudian muncullah tiga orang bertopeng menggambarkan tiga orang sedang membuat tuak ditengah-tengah hutan, yang mana anaknya telah dimakan oleh harimau. Ketiga orang itu sangat marah dan menyerang harimau (Barong) itu dan dalam perkelahian ini hidung diantara salah seorang dari tiga orang itu digigit oleh kera tadi.

2. BABAK PERTAMA

Dua orang penari muncul dan mereka adalah pengikut-pengikut dari Rangka sedang mencari pengikut Dewi Kunthi yang sedang dalam perjalanan untuk menemui patihnya.

3. BABAK KEDUA

Pengikut-pengikut Dewi Kunthi tiba. Salah seorang dari pengikut Rangda berubah rupa menjadi setan (semacam Rangda) dan memasukkan roh jahat kepada pengikut Dewi Kunthi yang menyebabkan mereka bisa menjadi marah. Keduanya menemui patih dan bersama-sama menghadap Dewi Kunthi.

4. BABAK KETIGA

Muncullah Dewi Kunthi anaknya Sahadewa dan Dewi Kunthi telah berjanji kepada Rangda untuk menyerahkan Sahadewa sebagai korban. Sebenarnya dewi Kunthi tidak sampai hati mengorbankkan anaknya Sadewa kepada Rangda tetapi setan (semacam Rangda) memasuki roh jahat kepadanya yang menyebabkan Dewi Kunthi bisa menjadi marah dan tetap berniat mengorbankan anaknya kepada patihnya untuk membuang Sadewa ke dalam hutan dan patih inipun tidak luput dari kemasukan roh jahat oleh setan itu sehingga sang patih dengan tiada perasaan kemanusiaan, menggiring Sadewa ke dalam hutan dan mengikatnya di muka istana Sang Rangda.

5. BABAK KEEMPAT

Turunlah Dewa Siwa dan memberikan keabadian hidup kepada Sadewa dan keajaiban itu tidak diketahui oleh Rangda. Kemudian datanglah Rangda untuk mrngoyak-ngoyak dan membunuh Sadewa tetapi tidak dapat dibunuhnya karena kekebalan yang dianugrahkan oleh Dewa Siwa. Rangda menyerah kepada Sadewa dan memohon untuk diselamatkan agar dengan demikian dia bisa masuk surga. Permintaan itu dipenuhi oleh Sadewa. Sang Rangda mendapat surga.

6. BABAK KELIMA

Kalika salah seorang pengikut Rangda menghadap kepada Sadewa untuk menyelamatkan juga tetapi ditolak oleh Sadewa. Penolakan ini menimbulkan perkelahian dan Klika merubah rupa menjadi “Babi Hutan” dan di dalam pertarungan antara Sadewa melawan “Babi Hutan” Sadewa mendapat kemanangan. Kemudian Kalika (Babi Hutan) ini berubah rupa menjadi “Burung” tetapi tetap dikalahkan. Dan akhirnya Kalika (burung) berubah rupa menjadi Rangda oleh karena saktinya Rangda ini maka Sadewa tidak dapat membunuhnya dan akhirnya Sadewa berubah rupa menjadi Barong, karena sama saktinya maka pertarungan antara Barong melawan Rangda tidak ada yang menang dan dengan demikian pertarungan dan perkelahian ini berlangsunh terus abadi “Kebajikan” melawan “Kebatilan”. Kemudian mincullah pengikut-pengikut Barong masing-masing dengan kerisnya yang hendak menolong Barong dalam pertarungan melawan Rangda. Mereka ini semuanyapun tidak berhasil melumpuhkan kesaktian Sang Rangda.

D. TANJUNG BENOA

Secara geografis, Tanjung Benoa terletak di ujung selatan – timur (tenggara) pulau Bali berdekatan dengan Nusa Dua, masuk dalam wilayah administratif Kecamatan Tanjung Benoa, Kabupaten Badung. Lokasinya yang berada di ujung sempit membuatnya disebut tanjung. Namun justru inilah yang menyebabkannya cukup unik.

Dengan keindahan pantai dan lautnya, membuat Tanjung Benoa dikenal sebagai tempat wisata air atau dalam bahasa kerennya disebut Watersports. Kecuali surfing, di Tanjung benoa banyak dijumpai olah raga air seperti Jetsky, Banana Boat, Parasailing, Scuba Diving, Snorkeling, Canoeing, Flying Fish, dan Pulau Penyu (turtle Island).

E. ULU WATU

Uluwatu, yang terletak di ujung selatan pulau Bali dan mengarah ke samudra Hindia, merupakan tempat wisata yang menawan.

Yang menarik dari tempat ini adalah pura yang berdiri kokoh di atas batu karang yang menjorok ke arah laut dengan ketinggian sekitar 50 meter. Di sore harinya sambil menikmati indahnya sunset, anda dapat menyaksikan pementasan tari bali yang terkenal hingga ke manca negara, tari Kecak.

F. TANAH LOT

Objek wisata ini terkenal akan pura Tanah Lot yang terletak terpisah dari daratan, namun masih bisa dijangkau kalau air laut surut tanpa harus menggunakan perahu. Pura ini merupakan salah satu pura utama di Bali yang dikenal dengan Sad Kahyangan.

Pura Tanah Lot terletak di desa Beraban, Tabanan, kurang lebih 1 jam 15 menit perjalanan dari Kuta. Menurut cerita, pura ini dibangun pada abad ke-16 oleh Danghyang Nirartha yang berhasil menguatkan ajaran Hindu di pulau Bali.

Selain sarat dengan nilai historis, pura ini juga menawarkan pesona yang menakjubkan di antaranya sunset (matahari tenggelam) dan sangat ramai dikunjungi wisatawan terutama di sore hari.

G. DREAM LAND

Dreamland berada di Desa Pecatu, Kabupaten Badung, yang terletak di bagian selatan Pulau Bali. Anda dapat mencapai pantai ini sekitar 30 menit dari Pantai Kuta ke arah Jimbaran. Pantai yang masih asri dan alami ini terletak di ujung selatan Badung Selatan. Dengan perjalanan kurang lebih 30 menit dari Kuta menuju arah Jimbaran kemudian Pecatu, anda akan sampai di sini.

Kawasan pantai dreamland saat ini tengah dikembangkan sebagai kawasan wisata Bali Pecatu Resorts lengkap dengan lapangan golf 18 hole, international schools, rumah sakit internasional, shopping mall dan sarana wisata lainnya.

H. KINTAMANI

Kintamani ialah sebuah kawasan wisata pemadangan alam di Bali. Kintamani, yang terletak di kabupaten Bangli, merupakan salah satu tempat wisata favorit pilihan wisatawan baik domestik maupun luar negeri.

Daya tarik utama dari kawasan Kintamani adalah pemandangan Gunung dan Danau Batur. Di kawasan wisata ini terdapat desa tua tempat peradaban kuno Bali. Untuk dapat mengunjunginya kita harus turun ke pusat Desa Kedisan untuk selanjutnya menyeberang melintasi danau ke sebuah desa tua yang bernama Terunyan. Di Desa Terunyan kita bisa melihat peradaban Bali kuno yang disebut Bali aga. Di desa ini orang-orang yang sudah meninggal tidak dikubur tetapi diletakan begitu saja di bawah sebuah pohon. Mayat disandarkan di pohon tanpa dikuburkan. Tapi yang unik mayat tidak mengeluarkan bau karena ternetralkan oleh bau harum kayu yang dinamakan Menyan.

I. PASAR SENI SUKAWATI

Pasar Seni Sukawati Gianyar Bali merupakan tempat dijualnya barang-barang seni khas Bali sehingga cocok dijadikan oleh-oleh Bali untuk teman, saudara, atau sanak keluarga Anda. Barang-barang yang dijual cukup menarik dan harganya pun miring. Mulai dari sandal manik-manik, celana pendek khas Bali, pakaian, batik, tas, lukisan, patung kayu, bed cover, alat-alat rumah tangga sampai pernak-pernik dan perhiasaan dijual disini.

Pasar Seni Sukawati telah berdiri dari tahun delapan puluhan (80-an). Buka jam delapan pagi sampai jam enam sore. Kecuali hari Galungan dan Nyepi, Pasar Sukawati buka setiap hari dan biasanya ramai pada hari Minggu atau hari libur.

ISI LAPORAN

SAHADEWA Bali Product

A. SEJARAH SAHADEWA

Sahadewa Bali Product didirikan pada tahun 1995 yang berlokasi di Tampak Siring. Modal awal yang digunakan unntuk mendirikan Sahadewa adalah 150 juta rupiah.

Latar belakang pendirian Sahadewa adalah banyak pengunjung atau wisatawan yang tidak sempat mengunjungi Pasar Seni Sukawati maka dibuatlah galeri Sahadewa. Dengan tekat dan keberanian yang dimiliki oleh sang pemilik maka berdirilah galeri Sahadewa yang berlokasi di Tampak Sirinh tersebut.

Produksi Sahadewa yang utama adalah bed cover dan tenun ikat, selain itu Sahadewa juga memproduksi baju, lukisan dan berbagai macam handy craft. Dalam pembuatan bed cover diawasi langsung oleh owner dan bahan-bahan yang digunakan juga dibeli langsung oleh owner agar kualitas barang sesuai yang diinginkan. Produk bed cover lukis milik Sahadewa tidak dapat ditiru oleh perusahaan lain karena Sahadewa memiliki teknik dan gaya tersendiri dalam memproduksi produknya.

Sahadewa memiliki tiga ruang galeri:

  1. Baruna
  2. Sahadewa
  3. Sahadewa yang didirikan tahun 2006

B. PROSES PEMBUATAN BED COVER

Bed cover lukis merupakan perpaduan antara kerajinan lukis, batik dan menjarit, dimana pembuatannya memerlukan keahlian dari ketiganya. Untuk memperoleh hasil serta kualitas yang baik diperlukan keahlian khusus seperti melukis, membatik, mencampur warna, mewarna, menjarit, serta memilih bahan dasar yang terbaik.

Bahan-bahan dasar dan peralatan yang digunakan untuk pembuatan bed cover antara lain:


  • Kain katun
  • Dakron
  • Kain lapis
  • Malam
  • Warna (sol atau remasol)
  • Penguat warna (ACL)
  • Kompor kecil
  • Penggorengan
  • Canting
  • Kuas bambu

Proses pembuatan bed cover dapat dikategorilan menjadi 4 tahap, antara lain :

Ø Tahap 1 : Sket

Kain disket dengan pensil sesuai motif lukisan yang diinginkan. Setelah kain disket, selanjutnya disket menggunakan malam yang telah direbus menggunakan canting (sama seperti membuat batik). Besar kecilnya canting tergantung jenis sketnya.

Ø Tahap 2 : Pewarnaan

Proses kedua adalah tahap pewarnaan. Alat dan bahan-bahan yang diperlukan dalam tahap ini adalah, sebagai berikut :

  • Kuas bambu
  • Warna (sol atau remasol)
  • Kuas dakron
  • Air pencampur untuk pencampur warna

Tahap pertama yang diambil dalam tahap ini adalahpencampuran warna sesuai dengan warna yang diperlukan. Setelah warna tercampur maka siap mewarnai sket pada langkah pertama tadi. Daerah yang diwarnai terlebih dahulu adalah daerah yang memiliki warna paling minim (daerah yang diarsir) dan selanjutnya ke daerah yang memilki warna paling dominan (warna dasar).

Ø Tahap III : Pencucian

Proses ini adalah proses pencucian. Dalam proses ini kain yang sudah disket dan diberi warna direbus dengan air yang sudah dicampur penguat warna (ACL). Alat-alat dan bahan yang dibutuhkan dalam proses ini adalah, sebagai berikut :


  • Air
  • Panic besar
  • Kompor
  • Sebatang kayu/bambu (sebagai media pengaduk)
  • Penguat warna


Langkah-langkah dalam pancucian antara lain :

  1. Air dimasaak hingga mendidih dan dicampur dengan penguat warna,
  2. Kain dimasukkan dan diaduk 1-2 jam,
  3. Terakhir, kain dibilas dengan air dingin dan mengalir.

Kegunaan dari proses perebusan ini slain untuk menguatkan warna juga menghilangkan malam (sket).

Ø Tahap IV : Penjaritan

Ini adalah proses terakhir dalam pembuatan bed cover, yaitu penjaritan. Dalam proses penjahitan diperlukan mesin jarit, kain dan dakron. Kain, dakron dan sket ditumpuk menjadi satu dan semua sisinya dibuat sama. Lalu dijarit mengikuti garis gambar dalam langkah partama dan kedua tadi. Dan jadilah sebuah bed cover produksi galeri Sahadewa.

Sahadewa memasarkan produknya dipasaran internasional maupun domestik. Untuk pemasaran internasional menggunakan dolar dan dapat mengambil keuntungan mencapai 100%.

Sahadewa memiliki karyawan untuk bagian sales, bed cover dan tenun sejumlah kurang lebih 50 orang. Untuk karyawan pembuat bed cover ada 15 orang dengan 4 orang tenaga profesional. Dalam merekrut karyawan sebelumnya diadakan training selama 3 bulan, apabila mampu maka akan dijadikan sebagai karyawan tetap. Gaji karyawan tiap bulannya sekitar Rp 450.000,00 dengan tambahan bonus sekitar 5%. Pemberian gaji kepada karyawan berdasarkan kerapian hasil kerajinan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Bean Says

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Thanks for follow my blog

Royalgreen

Royalgreen
Berpijak di atas bumi, tetap berdiri dan bertahan dtengah kerasnya kehidupan yang tak menghargai ketidaksempurnaan dan tak ada toleransi bagi sebuah kelemahan.