Attention

Thanks a lot for visit my blog. Blog ini belum sepenuhnya lengkap dan sempurna, silahkan tinggalkan komentar yang membangun untuk melengkapi blog ini. Thank you for your attention. .

Like this blog on Facebook

Minggu, 18 April 2010

Contoh Isi Karya Tulis

IDENTIFKASI PULAU BALI

A. DEFINISI UMUM PULAU BALI

Bali dikenal sebagai Pulau Dewata (island God/island Paradise) merupakan salah satu tempat wisata terbaik di Indonesia bahkan dunia. Kuta, Sanur, Nusa Dua, Bedugul, Ubud, Sukawati, Lovina, dan lain lain merupakan tempat wisata yang terkenal di Bali.

Bali adalah sebuah pulau di Indonesia, sekaligus menjadi salah satu provinsi Indonesia. Bali terletak di antara Pulau Jawa dan Pulau Lombok. Ibukota provinsinya ialah Denpasar, yang terletak di bagian selatan pulau ini. Mayoritas penduduk Bali adalah pemeluk agama Hindu. Di dunia, Bali terkenal sebagai tujuan pariwisata dengan keunikan berbagai hasil seni-budayanya, khususnya bagi para wisatawan Jepang dan Australia. Secara administratif Provinsi Bali terbagi atas 9 kabupaten/kota, 55 kecamatan dan 701 desa/kelurahan.

Selain dari sektor pariwisata, penduduk Bali juga hidup dari pertanian dan perikanan. Sebagian juga memilih menjadi seniman. Bahasa yang digunakan di Bali adalah Bahasa Indonesia, Bali, dan Inggris khususnya bagi yang bekerja di sektor pariwisata. Di Bali tidak ada gedung-gedung tinggi karena gedung atau rumah-rumah penduduk tingginya tidak boleh melebihi pohon kelapa.

B. HARI RAYA DI BALI

Hari raya keagamaan bagi pemeluk agama Hindu Dharma, umumnya di hitung berdasarkan wewaran dan pawukon. Kombinasi antara Panca Wara, Sapta Wara dan Wuku. Namun adapula Hari raya yang menggunakan penanggalan Saka.

Hari raya yang sudah diakui di oleh pemerintah ada dua yaitu menurut Selasih yang diadakan setiap sepuluh bulan sekali.

1. Hari Raya Nyepi

Hari raya Nyepi diadakan setiap satu tahun sekali, yang jatuh pada bulan Maret. Pada saat Nyepi tiba, suasana di Bali sangat hening.

Tiga hari sebelum Nyepi diadakan Upacara Melasti, yaitu upacara untuk menyucikan benda-benda yang dianggap memiliki sifat religious, contohnya Barong. Sehari sebelum Nyepi di Bali diadakan Upacara Pengerupukan pada sore hari sekitar jam 7 waktu Bali, diadakan Upacara Pencaruan Agung untuk memohon keselamatan pada Buta Kala dan persiapan makanan untuk hari raya Nyepi, karena mulai jam 6 pagi orang-orang Bali tidak boleh menanak nasi. Selama Nyepi orang-orang Bali melakukan puasaselama 24 jam. Setelah hari raya Nyepi usai penduduk Bali mengadakan silaturahmi kepada sanak saudara dan keluarga, dan mereka juga mengadakan liburan/ rekreasi.

è Empat larangan pada hari raya Nyepi

1. Amati Geni, yaitu tidak boleh menyalakan api mulai dari jam 6 pagi, sebelum jam 6 pagi para wanita sudah harus selesai menanak nasi.

2. Amati Karya, yaitu tidak boleh bekerja atau melakukan kegiatan apapun untuk menenangkan pikiran dan mendekatkan diri pada Tuhan.

3. Amati Lelungan, yaitu tidak boleh keluar rumah atau berkunjung ke rumah tetangga/ keluarga.

4. Amati Lelaguan, yaitu tidak boleh meminum minuman keras.

2. Hari Raya Siwelatri

Hari raya Siwelatri merupakan hari raya untuk peleburan atau penebusan dosa dengan cara begadang semalam suntuk terutama di tempat-tempat suci.

Setiap enam bulan sekali menurut Pawukon ada empat hari raya yang dirayakan oleh penduduk Bali, antara lain sebagai berikut :

  1. Hari Raya Pagar Wesi

Hari raya Pagar Wesi merupakan hari turunnya Sang Hyang Pramesti Guru. Bagi sebuah keluarga yang salah satu anggota keluarganya sudah meninggal, pada hari tersebut dibawakan sesaji ke kuburan yang belum diaben.

  1. Hari Raya Tumpak Landep

Hari raya Tumpak Landep merupakan hari dimana diadakan sebuah upacara untuk memandikan benda-benda yang terbuat dari besi, contohnya mobil dan senjata.

  1. Hari Raya Galungan

Hari Raya Galungan jatuh pada hari Buda, Kliwon, Dungulan.

  1. Hari Raya Kuningan

Hari raya kuningan diadakan setiap enam bulan sekali. Jatuh pada: Saniscara, Kliwon, Kuningan. Di hari tersebut para penduduk Bali merayakan kemenangan Dharma melawan Adharma atau kemenangan kebaikan melawan kejahatan.

Setiap bulan penuh di Bali, semua anak sekolah memakai pakaian adat Bali dan di sekolah mereka bersembahyang bersama sampai pukul sepuluh dan kemudian setelah pukul sepuluh mereka melakukan aktivitas belajar-mengajar seperti biasa.

C. UPACARA NGABEN

Upacara Ngaben, adalah prosesi upacara pembakaran jenazah, Sebagaimana dalam konsep Hindu mengenai pembakaran jenazah, upacara ini sebagai upaya untuk mempercepat pengembalian unsur-unsur/zat pembentuk dari raga/wadag/badan kasar manusia. Ada empat lontar utama yang memberi petunjuk tentang adanya upacara Pitra yadnya, yaitu Yama Purwa Tatwa (mengenai sesajen yang digunakan), Yama Purana Tatwa (mengenai filsafat pembebasan atau pencarian atma dan hari baik-buruk melaksanakan upacara), Yama Purwana Tatwa (mengenai susunan acara dan bentuk rerajahan kajang), dan Yama Tatwa (mengenai bentuk-bentuk bangunan atau sarana upacara).

Upacara ini adalah penyelesaian terhadap jasmani orang yang telah meninggal. Upacara ngaben disebut pula upacara Pelebon atau Atiwa-tiwa dan hanya dapat dilakukan satu kali saja terhadap seseorang yang meninggal. Tujuannya adalah untuk mengembalikan unsur-unsur jasmani kepada asalnya yaitu Panca Maha Bhuta yang ada di Bhuana Agung.

Jenis-jenis Upacara Ngaben adalah :

1. Sawa Wedana, adalah pembakaran yang secara langsung di mana mayat orang meninggal langsung di bawa kekuburan ( setra ) untuk di bakar.

2. Asti Wedana, adalah suatu upacara yang di lakukan setelah selesai upacara pembakaran mayat, kemudian tulang-tulang yang telah menjadi abu di hanyut ke laut atau ke sebuah sungai yang bermuara ke laut.

3. Swasta Wedana, adalah suatu upacara pembakaran atas mayat yang tidak lagi dapat di ketemukan, sehingga mayat tersebut dapat di wujudkan dengan kuasa ( lalangan ), air dan lain-lainnya.

4. Ngelungah, adalah upacara pembakaran mayat yang masih kanak-kanak atau yang belum tanggal gigi.

5. Atma Wedana, adalah upacara pengembalian atma dari alam Pitara ke alam Hyang Widhi. Upacara ini di sebut juga dengan “ Upacara Nyekah “, yang bertujuan untuk meningkatkan kesucian dan kesempurnaan atma orang yang meninggal agar dapat kembali ke asalnya.

LAPORAN PERJALANAN

A. PANTAI SANUR

Pantai Sanur terletak di Desa Sanur, Kecamatan Denpasar Selatan Kotamadya Dati II Denpasar. Pantai ini terletak di sebelah Timur dan Selatan desa Sanur. Pantai Sanur adalah salah satu objek wisata pantai di Bali selain pantai Kuta. Pantai Sanur dikenal juga Sunrise beach atau Pantai Matahari Terbit karena saat pagi hari kita dengan leluasa melihat matahari terbit tanpa dihalangi oleh pegunungan atau bukit.

Gugusan pulau Serangan dan bukit batu karang yang menjorok ke laut di seberang laut terlihat dari Pantai Sanur sebelah Selatan. Panorama pantai Sanur sebelah Selatan lebih indah dilihat pada pagi hari. Tempat meninjau yang strategis adalah bagian Timur, di Semawang dan Mertasari. Keadaan udara di sana terasa segar dan bertiup angin laut yang nyaman. Suasana di sepanjang pantai Sanur terang dan teduh karena penuh dengan pohon besar. Pantai Sanur baik untuk menikmati matahari terbit (Sun Rise) dan berjemur di sepanjang pantai yang berpasir putih.

Daya tarik pantai Sanur sebelah Utaranya melingkar seperti setengah lingkaran dan bagian Selatannya berbelok dari Timur ke Barat, dimana gelombang air lautnya tak begitu besar dan bila airnya surut terlihatlah batu karang yang membentang berwarna-warni. Pada hari mendekati bulan mati air lautnya naik dan gelombangnya agak besar. Di sebelah Tenggara terlihatlah gugusan pulau Nusa Penida di seberang laut dan di sebelah Timur kelihatan panorama pantai Selatan Pulau Bali dengan gunungnya.

B. MONUMEN PERJUANGAN RAKYAT BALI

Monumen Selaksa Makna atau Monumen Perjuangan Rakyat Bali merupakan bentuk penghormatan rakyat Bali bagi para pahlawan pejuang kemerdekaan sekaligus sebagai perlambang dari semangat penyemaian dan pelestarian jiwa patriotism rakyat Bali dari generasi ke generasi. Pendirian monument ini diprakarsai oleh Prof. DR. Ida Bagus Mantra. Disain bangunan ini dibuat oleh Ida Bagus Gede Yadnya. Pembangunan dimulai pada tahun 1988 sampai 2003, dan diresmikan pada tanggal 14 Juni 2003 oleh Presiden Megawati Soekarno Putri.

è Makna falsafah agama Budha yang tersirat dari bangunan ini :

1. Lingga Yoni merupakan asal-muasal dari kehidupan di semesta raya ini. Lingga bermakna purusa (maskulinitas) disimbolkan oleh bangunan monument menjulang tinggi menyerupai genta. Yoni bermakna pradana (feminitas) disimbolkan oleh pelataran bangunan dimana monumen tersebut berdiri megah.

2. Pemutaran Mandara Giri, mengisahkan tentang perjuangan para dewata dan para daitya untuk memperoleh Tirta Amertha atau air kehidupan abadi yang terdapat ditengah-tengah lautan susu atau Ksirarnawa. Gedung utama bangunan monument adalah symbol dari Madhara Giri. Ornament Bajra di puncak gedung adalah symbol Dewa Siwa dan Naga Basuki difisualisasikan kepala naga pada Kori Agung dan ekor sebagai penyangga Swamba. Sedangkan kolam adalah symbol Ksirarnawa tempat Tirta Amertha yang diperebutkan. Tirta Amertha diibaratkan seni budaya yang bermutu, yang dicari, diciptakan oleh seniman/seniwati diseluruh pulau Bali. Hasil budaya yang bermutu tinggi itu adalah Amerthanya pulau Bali.

3. Asta Dala, merupakan bunga teratai berkelopak delapan melambangkan kemahakuasaan Tuhan Yang Maha Esa yang memancarkan kedelapan penjuru mata angin :

Ø Anima : Sifat yang halus bagaikan kehalusa atom

Ø Logima : Sifat yang ringan bagaikan ether

Ø Mahima : Sifat yang maha besar mengisi semua tempat

Ø Prapti : Sifat mencapai segala tempat yang dikehendaki

Ø Prakamya : Segala kehendak tercapai olehNya

Ø Isitawa : Sifat merajai segala-galanya dan paling utama

Ø Wasita : Sifat yang paling berkuasa

Ø Yatrakana Wasayitra : tidak dapat dterangkan sifat dan kodratnya.

Secara horizontal bangunan Monumen Perjuangan Rakyat Balimenerapkan konsepsi Tri Mandala yakni :

  1. Utama Mandala adalah areal dan bangunan yang berada di tengah-tengah yang menjadi inti dari keseluruhan bangunan.
  2. Madya Mandala adalah pelataran yang mengitari bangunan inti.
  3. Nista Mandala adalah pelataran terendah dan terluar yang mengitari seluruh bangunan.

Secara vertical bangunan Utama Mandala menggunakan falsafah Tri Angga

  1. Utamaning Angga berada pada puncak yang merupakan symbol keheningan. Tempat ini dicapai dengan melalui 69 tangga melingkar yang melambangkan “Sad Ripu” dan “Dwara Sanga”, dari tempat ini kita dapat menikmati keheningan dan melihat suasana kota Denpasar.

Keenam musuh (Sad Ripu) tersebut ialah :

a. Kama : hawa nafsu

b. Loba : tamak/ rakus

c. Mada : marah, emosional, gelap mata

d. Moha : bingung dan susah

e. Matsarya : iri hati, dengki

Kesembilan pintu/ lubang pada tubuh manusia yaitu :

a. Lubang mata : 2

b. Lubang telinga : 2

c. Lubang hidung : 2

d. Lubang mulut : 1

e. Lubang kemaluan : 1

f. Lubang dubur : 1

  1. Madya Angga adalah lantai dua yang berfungsi sebagai tempat diorama. Di ruangan ini terdapat 33 diorama, angka 33 bermakna keseimbangan yang merupakan jumlah Neptu (urip) dari arah Timur (urip lima), Selatan (urip Sembilan), Barat (urip tujuh), Utara (urip empat), dan tengah (urip delapan). Jika ditarik garis Timur – Barat, Utara – Selatan adalah merupakan tapak dara yakni asal-muasal lambing Swastika yang merupakan lambang kseimbangan (kekuatan).
  2. Nista Angga adalah lantai dasar gedung monumen, di areal ini terdapat ruang untuk fasilitas monumen. Di tengah-tengah Nista Angga terdapat telaga yang disebut Puser Tasik.

Selain falsafah Hindu, Monumen Perjuangan Rakyat Bali juga dibangun menggunakan konsep Nasional yaitu falsafah pemersatu bangsa. Anak tangga pada Kori Agung berjumlah 17, yiang utama berjumlah 8 dan tinggi monumen 45 meter, ini melambangkan hari Kemerdekaan Republik Indonesia 17 Agustus 1945. Monumen ini memiliki fasilitas yang dikomersialkan untuk umum seperti ruang pertemuan, ruang pameran, ruang perpustakaan dan peralatan monumen yang dapat dipergunakan untuk perhelatan seperti prewedding, wedding maupun gala dinner.

C. TARI BARONG JAMBE BUDAYA

Pementasan tari Barong terletak di jalan Pasekan, Batubulan, Gianyar. Tari Barong menggambarkan pertarungan antara “kebajikan” melawan “kebatilan”. Barong adalah binatang purbakala melukiskan “kebajikan” dan Rangka adalah binatang purbakala yang maha dahsyat menggambarkan “kebatilan”.

1. GENDING PEMBUKA

Barong dan kera sedang berada di dalam hutan yang lebat. Kemudian muncullah tiga orang bertopeng menggambarkan tiga orang sedang membuat tuak ditengah-tengah hutan, yang mana anaknya telah dimakan oleh harimau. Ketiga orang itu sangat marah dan menyerang harimau (Barong) itu dan dalam perkelahian ini hidung diantara salah seorang dari tiga orang itu digigit oleh kera tadi.

2. BABAK PERTAMA

Dua orang penari muncul dan mereka adalah pengikut-pengikut dari Rangka sedang mencari pengikut Dewi Kunthi yang sedang dalam perjalanan untuk menemui patihnya.

3. BABAK KEDUA

Pengikut-pengikut Dewi Kunthi tiba. Salah seorang dari pengikut Rangda berubah rupa menjadi setan (semacam Rangda) dan memasukkan roh jahat kepada pengikut Dewi Kunthi yang menyebabkan mereka bisa menjadi marah. Keduanya menemui patih dan bersama-sama menghadap Dewi Kunthi.

4. BABAK KETIGA

Muncullah Dewi Kunthi anaknya Sahadewa dan Dewi Kunthi telah berjanji kepada Rangda untuk menyerahkan Sahadewa sebagai korban. Sebenarnya dewi Kunthi tidak sampai hati mengorbankkan anaknya Sadewa kepada Rangda tetapi setan (semacam Rangda) memasuki roh jahat kepadanya yang menyebabkan Dewi Kunthi bisa menjadi marah dan tetap berniat mengorbankan anaknya kepada patihnya untuk membuang Sadewa ke dalam hutan dan patih inipun tidak luput dari kemasukan roh jahat oleh setan itu sehingga sang patih dengan tiada perasaan kemanusiaan, menggiring Sadewa ke dalam hutan dan mengikatnya di muka istana Sang Rangda.

5. BABAK KEEMPAT

Turunlah Dewa Siwa dan memberikan keabadian hidup kepada Sadewa dan keajaiban itu tidak diketahui oleh Rangda. Kemudian datanglah Rangda untuk mrngoyak-ngoyak dan membunuh Sadewa tetapi tidak dapat dibunuhnya karena kekebalan yang dianugrahkan oleh Dewa Siwa. Rangda menyerah kepada Sadewa dan memohon untuk diselamatkan agar dengan demikian dia bisa masuk surga. Permintaan itu dipenuhi oleh Sadewa. Sang Rangda mendapat surga.

6. BABAK KELIMA

Kalika salah seorang pengikut Rangda menghadap kepada Sadewa untuk menyelamatkan juga tetapi ditolak oleh Sadewa. Penolakan ini menimbulkan perkelahian dan Klika merubah rupa menjadi “Babi Hutan” dan di dalam pertarungan antara Sadewa melawan “Babi Hutan” Sadewa mendapat kemanangan. Kemudian Kalika (Babi Hutan) ini berubah rupa menjadi “Burung” tetapi tetap dikalahkan. Dan akhirnya Kalika (burung) berubah rupa menjadi Rangda oleh karena saktinya Rangda ini maka Sadewa tidak dapat membunuhnya dan akhirnya Sadewa berubah rupa menjadi Barong, karena sama saktinya maka pertarungan antara Barong melawan Rangda tidak ada yang menang dan dengan demikian pertarungan dan perkelahian ini berlangsunh terus abadi “Kebajikan” melawan “Kebatilan”. Kemudian mincullah pengikut-pengikut Barong masing-masing dengan kerisnya yang hendak menolong Barong dalam pertarungan melawan Rangda. Mereka ini semuanyapun tidak berhasil melumpuhkan kesaktian Sang Rangda.

D. TANJUNG BENOA

Secara geografis, Tanjung Benoa terletak di ujung selatan – timur (tenggara) pulau Bali berdekatan dengan Nusa Dua, masuk dalam wilayah administratif Kecamatan Tanjung Benoa, Kabupaten Badung. Lokasinya yang berada di ujung sempit membuatnya disebut tanjung. Namun justru inilah yang menyebabkannya cukup unik.

Dengan keindahan pantai dan lautnya, membuat Tanjung Benoa dikenal sebagai tempat wisata air atau dalam bahasa kerennya disebut Watersports. Kecuali surfing, di Tanjung benoa banyak dijumpai olah raga air seperti Jetsky, Banana Boat, Parasailing, Scuba Diving, Snorkeling, Canoeing, Flying Fish, dan Pulau Penyu (turtle Island).

E. ULU WATU

Uluwatu, yang terletak di ujung selatan pulau Bali dan mengarah ke samudra Hindia, merupakan tempat wisata yang menawan.

Yang menarik dari tempat ini adalah pura yang berdiri kokoh di atas batu karang yang menjorok ke arah laut dengan ketinggian sekitar 50 meter. Di sore harinya sambil menikmati indahnya sunset, anda dapat menyaksikan pementasan tari bali yang terkenal hingga ke manca negara, tari Kecak.

F. TANAH LOT

Objek wisata ini terkenal akan pura Tanah Lot yang terletak terpisah dari daratan, namun masih bisa dijangkau kalau air laut surut tanpa harus menggunakan perahu. Pura ini merupakan salah satu pura utama di Bali yang dikenal dengan Sad Kahyangan.

Pura Tanah Lot terletak di desa Beraban, Tabanan, kurang lebih 1 jam 15 menit perjalanan dari Kuta. Menurut cerita, pura ini dibangun pada abad ke-16 oleh Danghyang Nirartha yang berhasil menguatkan ajaran Hindu di pulau Bali.

Selain sarat dengan nilai historis, pura ini juga menawarkan pesona yang menakjubkan di antaranya sunset (matahari tenggelam) dan sangat ramai dikunjungi wisatawan terutama di sore hari.

G. DREAM LAND

Dreamland berada di Desa Pecatu, Kabupaten Badung, yang terletak di bagian selatan Pulau Bali. Anda dapat mencapai pantai ini sekitar 30 menit dari Pantai Kuta ke arah Jimbaran. Pantai yang masih asri dan alami ini terletak di ujung selatan Badung Selatan. Dengan perjalanan kurang lebih 30 menit dari Kuta menuju arah Jimbaran kemudian Pecatu, anda akan sampai di sini.

Kawasan pantai dreamland saat ini tengah dikembangkan sebagai kawasan wisata Bali Pecatu Resorts lengkap dengan lapangan golf 18 hole, international schools, rumah sakit internasional, shopping mall dan sarana wisata lainnya.

H. KINTAMANI

Kintamani ialah sebuah kawasan wisata pemadangan alam di Bali. Kintamani, yang terletak di kabupaten Bangli, merupakan salah satu tempat wisata favorit pilihan wisatawan baik domestik maupun luar negeri.

Daya tarik utama dari kawasan Kintamani adalah pemandangan Gunung dan Danau Batur. Di kawasan wisata ini terdapat desa tua tempat peradaban kuno Bali. Untuk dapat mengunjunginya kita harus turun ke pusat Desa Kedisan untuk selanjutnya menyeberang melintasi danau ke sebuah desa tua yang bernama Terunyan. Di Desa Terunyan kita bisa melihat peradaban Bali kuno yang disebut Bali aga. Di desa ini orang-orang yang sudah meninggal tidak dikubur tetapi diletakan begitu saja di bawah sebuah pohon. Mayat disandarkan di pohon tanpa dikuburkan. Tapi yang unik mayat tidak mengeluarkan bau karena ternetralkan oleh bau harum kayu yang dinamakan Menyan.

I. PASAR SENI SUKAWATI

Pasar Seni Sukawati Gianyar Bali merupakan tempat dijualnya barang-barang seni khas Bali sehingga cocok dijadikan oleh-oleh Bali untuk teman, saudara, atau sanak keluarga Anda. Barang-barang yang dijual cukup menarik dan harganya pun miring. Mulai dari sandal manik-manik, celana pendek khas Bali, pakaian, batik, tas, lukisan, patung kayu, bed cover, alat-alat rumah tangga sampai pernak-pernik dan perhiasaan dijual disini.

Pasar Seni Sukawati telah berdiri dari tahun delapan puluhan (80-an). Buka jam delapan pagi sampai jam enam sore. Kecuali hari Galungan dan Nyepi, Pasar Sukawati buka setiap hari dan biasanya ramai pada hari Minggu atau hari libur.

ISI LAPORAN

SAHADEWA Bali Product

A. SEJARAH SAHADEWA

Sahadewa Bali Product didirikan pada tahun 1995 yang berlokasi di Tampak Siring. Modal awal yang digunakan unntuk mendirikan Sahadewa adalah 150 juta rupiah.

Latar belakang pendirian Sahadewa adalah banyak pengunjung atau wisatawan yang tidak sempat mengunjungi Pasar Seni Sukawati maka dibuatlah galeri Sahadewa. Dengan tekat dan keberanian yang dimiliki oleh sang pemilik maka berdirilah galeri Sahadewa yang berlokasi di Tampak Sirinh tersebut.

Produksi Sahadewa yang utama adalah bed cover dan tenun ikat, selain itu Sahadewa juga memproduksi baju, lukisan dan berbagai macam handy craft. Dalam pembuatan bed cover diawasi langsung oleh owner dan bahan-bahan yang digunakan juga dibeli langsung oleh owner agar kualitas barang sesuai yang diinginkan. Produk bed cover lukis milik Sahadewa tidak dapat ditiru oleh perusahaan lain karena Sahadewa memiliki teknik dan gaya tersendiri dalam memproduksi produknya.

Sahadewa memiliki tiga ruang galeri:

  1. Baruna
  2. Sahadewa
  3. Sahadewa yang didirikan tahun 2006

B. PROSES PEMBUATAN BED COVER

Bed cover lukis merupakan perpaduan antara kerajinan lukis, batik dan menjarit, dimana pembuatannya memerlukan keahlian dari ketiganya. Untuk memperoleh hasil serta kualitas yang baik diperlukan keahlian khusus seperti melukis, membatik, mencampur warna, mewarna, menjarit, serta memilih bahan dasar yang terbaik.

Bahan-bahan dasar dan peralatan yang digunakan untuk pembuatan bed cover antara lain:


  • Kain katun
  • Dakron
  • Kain lapis
  • Malam
  • Warna (sol atau remasol)
  • Penguat warna (ACL)
  • Kompor kecil
  • Penggorengan
  • Canting
  • Kuas bambu

Proses pembuatan bed cover dapat dikategorilan menjadi 4 tahap, antara lain :

Ø Tahap 1 : Sket

Kain disket dengan pensil sesuai motif lukisan yang diinginkan. Setelah kain disket, selanjutnya disket menggunakan malam yang telah direbus menggunakan canting (sama seperti membuat batik). Besar kecilnya canting tergantung jenis sketnya.

Ø Tahap 2 : Pewarnaan

Proses kedua adalah tahap pewarnaan. Alat dan bahan-bahan yang diperlukan dalam tahap ini adalah, sebagai berikut :

  • Kuas bambu
  • Warna (sol atau remasol)
  • Kuas dakron
  • Air pencampur untuk pencampur warna

Tahap pertama yang diambil dalam tahap ini adalahpencampuran warna sesuai dengan warna yang diperlukan. Setelah warna tercampur maka siap mewarnai sket pada langkah pertama tadi. Daerah yang diwarnai terlebih dahulu adalah daerah yang memiliki warna paling minim (daerah yang diarsir) dan selanjutnya ke daerah yang memilki warna paling dominan (warna dasar).

Ø Tahap III : Pencucian

Proses ini adalah proses pencucian. Dalam proses ini kain yang sudah disket dan diberi warna direbus dengan air yang sudah dicampur penguat warna (ACL). Alat-alat dan bahan yang dibutuhkan dalam proses ini adalah, sebagai berikut :


  • Air
  • Panic besar
  • Kompor
  • Sebatang kayu/bambu (sebagai media pengaduk)
  • Penguat warna


Langkah-langkah dalam pancucian antara lain :

  1. Air dimasaak hingga mendidih dan dicampur dengan penguat warna,
  2. Kain dimasukkan dan diaduk 1-2 jam,
  3. Terakhir, kain dibilas dengan air dingin dan mengalir.

Kegunaan dari proses perebusan ini slain untuk menguatkan warna juga menghilangkan malam (sket).

Ø Tahap IV : Penjaritan

Ini adalah proses terakhir dalam pembuatan bed cover, yaitu penjaritan. Dalam proses penjahitan diperlukan mesin jarit, kain dan dakron. Kain, dakron dan sket ditumpuk menjadi satu dan semua sisinya dibuat sama. Lalu dijarit mengikuti garis gambar dalam langkah partama dan kedua tadi. Dan jadilah sebuah bed cover produksi galeri Sahadewa.

Sahadewa memasarkan produknya dipasaran internasional maupun domestik. Untuk pemasaran internasional menggunakan dolar dan dapat mengambil keuntungan mencapai 100%.

Sahadewa memiliki karyawan untuk bagian sales, bed cover dan tenun sejumlah kurang lebih 50 orang. Untuk karyawan pembuat bed cover ada 15 orang dengan 4 orang tenaga profesional. Dalam merekrut karyawan sebelumnya diadakan training selama 3 bulan, apabila mampu maka akan dijadikan sebagai karyawan tetap. Gaji karyawan tiap bulannya sekitar Rp 450.000,00 dengan tambahan bonus sekitar 5%. Pemberian gaji kepada karyawan berdasarkan kerapian hasil kerajinan.

Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck


SINOPSIS NOVEL

1. Judul : Tenggelamnya Kapal Van der Wijck

2. Nama pengarang : Hamka

3. Penerbit : Balai Pustaka

4. Cetakan : ke-4

5. Bahasa : Melayu Indonesia

6. Tebal buku : 223 halaman

7. Ringkasan cerita :

Tenggelamnya Kapal Van der Wijck

Di tepi pantai diantara kampung Baru dan kampung Mariso, berdiri sebuah rumah bentuk Mengkasar yang salah satu jendelanya menghadap ke laut. Di sanalah seorang anak muda bernama Zainuddin, yang berusia sekitar 19 tahun tinggal bersama ibu angkatnya yang bernama Mak Base. Ia sejak kecil telah ditingal mati kedua orang tuanya. Sebelum ayahnya meninggal ia mengatakan bahwa negerinya yang asli bukan Mengkasar, tetapi jauh di seberang lautan yang lebih indah dari negeri yang didiaminya sekarang, dan di sanalah asal nenek moyangnya.

Ayahnya berasal dari negeri kecil dalam wilayah Batipuh X Koto(Padang Panjang) yang bergelar Pendekar Sutan. Ayahnya diusir dari Batipuh dan dibuang 15 tahun di pembuangan Cilacap, lantaran ia telah membunuh mamaknya yang bernama Datuk Mentari Labih. Pekaranya karena mamaknya menggunakan warisan peninggalan ibunya seorang diri dan melarangnya menggunakan warisan itu. Sehabis masa hukumannya ia pergi ke Mengkasar, walaupun hatinya ingin pulang ke Minangkabau. Ia menikah dengan gadis Mengkasar bernama Daeng Habibah, anak orang tua keturunan Melayu tempat ia menumpang di Mengkasar. 4 tahun berumah tangga mereka dikarunuai anak yang diberi nama Zainuddin.

Sepeninggal orang tuanya Zainuddin diasuh oleh Mak Base. Suatu hari ia mengutarakan keinginannya untuk pergi ke Padang negeri asal ayahnya dilahirkan pada orang tua angkatnya itu. Tapi Mak Base berat melepas anak angkatnya itu karena sudah sejak kecil Zainuddin diasuh layaknya anak sendiri. Tapi akhirnya bulat keputusan mereka bahwa Zainuddin akan pergi ke Padang mencari keluarga ayahnya. Sebelum berangkat Zainuddin dan Mak Base mengunjungi makam orang tuanya. Pukul 5 sore kapal akan berangkat. Mereka berdua saling menangis saat berpisah di pelabuhan. Selepas Zainuddin ke Padang, Mak Base pulang ke Bulukumba menemui keluarganya yang masih ada.

Setibanya di Padang, Zainuddin segera mencari keluarga ayahnya di dusun Batupuh. Setelah bertemu dan berkenalan dengan keluarga bakonya, ia sangat bahagia tapi lambat laun mulai menghilang karena kehidupannya di sana tak seperti yang ia bayangkan. Di Batipuh ia bertemu dan berkenalan dengan seorang gadis cantik dan beradat bernama Hayati. Setelah pertemuan di Elok Lubuk itu, hubungan mereka berdua mulai diwarnai dengan cinta dan mulai surat-menyurat. Tapi yang mereka berdua lakukan telah menjadi buah bibir warga dan ditentang oleh mamaknya Hayati, karena berkiriman surat itu dilarang oleh adat. Dan akhirnya Zainuddin pun diusir dari Batipuh dan disuruh pergi ke Padang Panjang. Di perbatasan dusun, Hayati melepas kepergian Zainuddin dan mengucap janji akan menunggu Zainuddin sampai ia kembali.

Di Padang Panjang, Zainuddin menuntut ilmu untuk bekal hidupnya. Ia juga selalu surat-menyurat denga Hayati. Di Padang Panjang tiap satu tahun sekali diadakan pacuan kuda dan pasar malam. Seluruh warga Padang menonton acara itu,tak ketinggalan pula Hayati dan Mamak Tangahnya. Hayati dan Mamaknya itu tinggal di rumah khadijah sahabat Hayati. Di sanalah ia berkenakan dengan Azis keponakan Khadijah. Dan di acara itu pula ia bertemu dengan Zainuddin kekasihnya tapi hanya sekejap saja, karena nampaknya Khadijah tidak suka melihat temannya itu bersama dengan Zainuddin. Di acara itu pula Hayati mulai mengenal kehidupan kawannya di kota yang serba mewah itu. Tapi Zainuddin tidak setuju dengan pakaian yang dipakai Hayati.Namun Khadijah juga tidak suka dengan penampilan Hayati dan Zainuddin yang masih kuno itu.

Sepulangnya dari melihat pasar malam dan pacuan kuda, Hayati agaknya terpengaruh denga katakata Khadijah. Ia mulai rindu dengan keadaan yang ia alami di rumah Khadijah,rindu dengan kemewahan yang ia rasakan, dan rindu pada Azis yang pandai merayu itu. Tapi setelah itu ia ingat dengan Zainuddin yang amat ia cintai dan kasihani lantaran kemalangan selalu menimpanya.

Setelah pertemuannya dengan Hayati di rumah Khadijah,Azis agaknya mulai suka dengan Hayati. Keluarga Azis mengirimkan wakilnya untuk meminang Hayati dengan pengaruh bahwa keluarganya beruang,beradat sama,dan tak kurang suatu apa. Suatu hari Zainuddin mendapat surat dari Daeng Masinga yang mengabarkan bahwa Mak Base ibu angkatnya telah meninggal dan ia meninggalkan warisan sebesar Rp 3.200,00 untuknya. Menerima kabar itu hatinya sangat sedih timbul niatannya untuk bunuh diri, tapi diurungkan niatnya itu. Karena pikirnya dengan uang yang ia miliki ia memberanikan diri meminang Hayati melalui surat yang ia kirimka ke Batipuh. Dengan adat yang ada Ninik Mamak Hayati memutuskan menerima pinangan Azis. Dan Hayati juga terpaksa menerima keputusan itu.Menerima surat penolakan itu,hati Zainuddin makin hancur dan ia pun makin sedih. Akhirnya ia ceritakan segala derita hidupnya pada Muluk sahabatnya yang sangat ia percaya. Dan ia meminta bantuan pada temannya itu agar menyelidiki Azis. Muluk pun menceritakan segala keburukan Azis. Dan Zainuddin menulis surat untuk memperingatkan Hayati akan calon suaminya. Tapi Hayati menolak segala permintaan Zainuddin dengan kata-kata yang cukup menyakitkan untuk Zainuddin.

Setelah itu Zainuddin sakit cukup lama yaitu 2 bulan. Dalam sakitnya ia mengigaukan nama Hayati. Atas permintaan dokter akhirnya Hayati ditemani suaminya dibawa ke Padang Panjang untuk menjenguk Zainuddin agar ia bias cepat sembuh.Tapi apa daya karena Hayati telah menjadi milik orang lain.

Setelah sembuh dari sakitnya Zainuddin sepakat untuk pergi ke Jawa,untuk mewujudkan cita-citanya bersama temannya Muluk. Di sanalah dia menjadi terkenal sebagai seorang pengarang dengan sebutan letter”Z”, dan mengganti namanya menjadi Shabir. Dari Jakarta lalu ia pindah ke Surabaya.Hayati dan suaminya juga pindah ke Jawa karena Azis dipindahtugaskan ke sana. Di tempat Club Anak Sumatra,Zainuddin bertemu dangan Hayati da Azis kembali. Setelah pindah ke Surabaya kelakuan Azis mulai berubah,mulai bersikap kasar,dan kehidupan mereka mulai kekurangan.Azis juga mulai mengutang pada Zainuddin.

Tiba pada suatu hari,Azis dan Hayati diusir dari tempat tinggal mereka karena hutang Azis yang menumpuk.Sejak saat itu mereka menumpang selama beberapa bulan di rumah Zainuddin.Akhirnya Azis memutuskan untuk mencari kerja di Banyuwangi dan menitipkan Hayati pada Zainuddin selama ia pergi.Suatu hari Azis mengirimkan surat cerai Pada Hayati dan mengirimkan surat pada Zainuddin yang berisi kata maaf.Dan terdengar kabar bahwa Azis bunuh diri di Banyuwangi.Hayati ingin tinggal dengan Zainuddin di Surabaya namun Zainuddin tak mengizinkannya dan menyuruhnya pulang ke kampung.

Sebelum Hayati pergi Muluk membawakannya gambar Zainuddin pada Hayati. Dengan kapal Van der Wijck Hayati pulang ke Padang dan diantar Muluk sampai pelabuhan. Sebelum kapal berangkat Hayati menitipkan surat untuk Zainuddin pada Muluk.Di Malang Zainuddin memimpikan Hayati yang terus menyebut-nyebut namanya. Maka pulanglah ia ke Surabaya.Sesampainya di rumah,Muluk memberikan surat Hayati yang terakhir pada Zainudddin.Setelah membacanya ia berubah pikiran dan memutuskan untuk menjemput hayati ke Jakarta.

Pagi harinya saat ia membaca koran,ia panik karena kapal yang ditumpangi Hayati yaitu kapal Van der Wijck telah karam. Ia mulai panik dan mengajak Muluk ke Lamongan untuk mencari Hayati.Setibanya di sana ia menemukan Hayati masih hidup tapi dalam keadaan yang buruk. Di sanalah pertemuan terakhir Zainuddin dengan Hayati sebelum akhirnya Hayati meninggal. Hayati dimakamkan di Surabaya.

Hampir setiap hari Zainuddin mengunjungi makam Hayati. Ia sangat menyesal atas perbuatannya yang telah menyuruh Hayati pulang ke kampung. Karena meratapi nasibnya, makin hari tubuhnya makin kurus dan mulai sakit. Setelah kepergian Hayati tak banyak orang yang tau keadaan Zainuddin. Tiba-tiba pada suatu hari tertulis di koran bahwa pengarang terkenal yang bernama Zainuddin itu telah meninggal. Ia dimakamkan di dekat makam Hayati.Zainuddin meninggalkan surat wasiat yang isinya memberikan sejumlah uangnya di bank untuk Muluk sahabatnya,memberikan harta peninggalan orangtuanya di Mengkasar untuk Daeng Masinga,dan menyerahkan karangannnya pada Club Anak Sumatra untuk sedapat-dapatnya dicetak dan uangnya diberikan pada orang kurang mampu.

Topologi Jaringan

A. PENGERTIAN

Topologi jaringan adalah skema fisik yang menghubungkan suatu computer dengan computer yang lainnya. Dan dapat diartikan hal yang menjelaskan hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link, dan station.

B. MACAM-MACAM TOPOLOGI JARINGAN

1. Point to Point (Titik ke-Titik).

Jaringan kerja titik ketitik merupakan jaringan kerja yang paling sederhana tetapi dapat digunakan secara luas. Begitu sederhananya jaringan ini, sehingga seringkali tidak dianggap sebagai suatu jaringan tetapi hanya merupakan komunikasi biasa.

Dalam hal ini, kedua simpul mempunyai kedudukan yang setingkat, sehingga simpul manapun dapat memulai dan mengendalikan hubungan dalam jaringan tersebut. Data dikirim dari satu simpul langsung kesimpul lainnya sebagai penerima, misalnya antara terminal dengan CPU.

2. Star Network (Jaringan Bintang).

Dalam konfigurasi bintang, beberapa peralatan yang ada akan dihubungkan kedalam satu pusat komputer. Kontrol yang ada akan dipusatkan pada satu titik, seperti misalnya mengatur beban kerja serta pengaturan sumber daya yang ada. Semua link harus berhubungan dengan pusat apabila ingin menyalurkan data kesimpul lainnya yang dituju. Dalam hal ini, bila pusat mengalami gangguan, maka semua terminal juga akan terganggu.

Model jaringan bintang ini relative sangat sederhana, sehingga banyak digunakan oleh pihak per-bank-kan yang biasanya mempunyai banyak kantor cabang yang tersebar dipelbagai lokasi. Dengan adanya konfigurasi bintang ini, maka segala macam kegiatan yang ada di-kantor cabang dapatlah dikontrol dan dikoordinasikan dengan baik. Disamping itu, dunia pendidikan juga banyak memanfaatkan jaringan bintang ini guna mengontrol kegiatan anak didik mereka.

3. Ring Networks (Jaringan Cincin)

Pada jaringan ini terdapat beberapa peralatan saling dihubungkan satu dengan lainnya dan pada akhirnya akan membentuk bagan seperti halnya sebuah cincin. Jaringan cincin tidak memiliki suatu titik yang bertindak sebagai pusat ataupun pengatur lalu lintas data, semua simpul mempunyai tingkatan yang sama. Data yang dikirim akan berjalan melewati beberapa simpul sehingga sampai pada simpul yang dituju. Dalam menyampaikan data, jaringan bisa bergerak dalam satu ataupun dua arah. Walaupun demikian, data yang ada tetap bergerak satu arah dalam satu saat. Pertama, pesan yang ada akan disampaikan dari titik ketitik lainnya dalam satu arah. Apabila ditemui kegagalan, misalnya terdapat kerusakan pada peralatan yang ada, maka data yang ada akan dikirim dengan cara kedua, yaitu pesan kemudian ditransmisikan dalam arah yang berlawanan, dan pada akhirnya bisa berakhir pada tempat yang dituju.

Konfigurasi semacam ini relative lebih mahal apabila dibanding dengan konfigurasi jaringan bintang. Hal ini disebabkan, setiap simpul yang ada akan bertindak sebagai komputer yang akan mengatasi setiap aplikasi yang dihadapinya, serta harus mampu membagi sumber daya yang dimilikinya pada jaringan yang ada. Disamping itu, sistem ini lebih sesuai digunakan untuk sistem yang tidak terpusat (decentralized-system), dimana tidak diperlukan adanya suatu prioritas tertentu.

4. Tree Network (Jaringan Pohon)

Pada jaringan pohon, terdapat beberapa tingkatan simpul (node). Pusat atau simpul yang lebih tinggi tingkatannya, dapat mengatur simpul lain yang lebih rendah tingkatannya. Data yang dikirim perlu melalui simpul pusat terlebih dahulu. Misalnya untuk bergerak dari komputer dengan node-3 kekomputer node-7 seperti halnya pada gambar, data yang ada harus melewati node-3, 5 dan node-6 sebelum berakhir pada node-7.

Keungguluan jaringan model pohon seperti ini adalah, dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan, serta pada kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan. Adapun kelemahannya adalah, apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif. Cara kerja jaringan pohon ini relatif menjadi lambat.

5. Bus Network

Konfigurasi lainnya dikenal dengan istilah bus-network, yang cocok digunakan untuk daerah yang tidak terlalu luas. Setiap komputer (setiap simpul) akan dihubungkan dengan sebuah kabel komunikasi melalui sebuah interface. Setiap komputer dapat berkomunikasi langsung dengan komputer ataupun peralatan lainnya yang terdapat didalam network, dengan kata lain, semua simpul mempunyai kedudukan yang sama.

Dalam hal ini, jaringan tidak tergantung kepada komputer yang ada dipusat, sehingga bila salah satu peralatan atau salah satu simpul mengalami kerusakan, sistem tetap dapat beroperasi. Setiap simpul yang ada memiliki address atau alam sendiri. Sehingga untuk meng-access data dari salah satu simpul, user atau pemakai cukup menyebutkan alamat dari simpul yang dimaksud.

Pada topologi Bus, kedua unjung jaringan harus diakhiri dengan sebuah terminator. Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya. Jaringan hanya terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan kabel BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan dapat mengkaitkan dirinya dengan mentap Ethernetnya sepanjang kabel. Linear Bus: Layout ini termasuk layout yang umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap simpul, ke saluran tunggal komputer yang mengaksesnya ujung dengan ujung. Masing-masing simpul dihubungkan ke dua simpul lainnya, kecuali mesin di salah satu ujung kabel, yang masing-masing hanya terhubung ke satu simpul lainnya.

Topologi ini seringkali dijumpai pada sistem client/server, dimana salah satu mesin pada jaringan tersebut difungsikan sebagai File Server, yang berarti bahwa mesin tersebut dikhususkan hanya untuk pendistribusian data dan biasanya tidak digunakan untuk pemrosesan informasi. Instalasi jaringan Bus sangat sederhana, murah dan maksimal terdiri atas 5-7 komputer. Kesulitan yang sering dihadapi adalah kemungkinan terjadinya tabrakan data karena mekanisme jaringan relatif sederhana dan jika salah satu node putus maka akan mengganggu kinerja dan trafik seluruh jaringan.

Topologi linear bus merupakan topologi yang banyak dipergunakan pada masa penggunaan kabel Coaxial menjamur. Dengan menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung network), maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain. Kesulitan utama dari penggunaan kabel coaxial adalah sulit untuk mengukur apakah kabel coaxial yang dipergunakan benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur secara benar akan merusak NIC (network interface card) yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya. Topologi ini juga sering digunakan pada jaringan dengan basis fiber optic (yang kemudian digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan dengan client atau node.).

è Karakteristik jaringan dengan topologi Bus:

Æbiaya instalasi sangat murah,

Ækecepatan rata-rata transfer informasi untuk setiap perangkat sangat lambat karena harus bergantian menggunakan saluran,

Æsulit untuk manajemen jaringan,

Æsulit untuk expand (menambah) jaringan.

6. Plex Network (Jaringan Kombinasi)

Merupakan jaringan yang benar-benar interactive, dimana setiap simpul mempunyai kemampuan untuk meng-access secara langsung tidak hanya terhadap komputer, tetapi juga dengan peralatan ataupun simpul yang lain. Secara umum, jaringan ini mempunyai bentuk mirip dengan jaringan bintang. Organisasi data yang ada menggunakan de-sentralisasi, sedang untuk melakukan perawatan, digunakan fasilitas sentralisasi.

Kamis, 15 April 2010

Biografi HAMKA


HAMKA (1908-1981), adalah akronim dari nama lengkapnya yaitu Haji Abdul Malik Karim Amrullah. Beliau adalah seorang ulama, aktivis politik dan penulis Indonesia yang amat terkenal di alam Nusantara. Beliau lahir pada 17 Februari 1908 di kampung Molek, Maninjau, Sumatera Barat, Indonesia.

Ibunya dari keluarga bangsawan. Ayahnya ialah Syeikh Abdul Karim bin Amrullah atau dikenali sebagai Haji Rasul, seorang pelopor Gerakan Islah (tajdid) di Minangkabau, sekembalinya dari Makkah pada tahun 1906.

Beliau dibesarkan dalam tradisi Minangkabau. Masa kecil HAMKA dipenuhi gejolak batin karena saat itu terjadi pertentangan yang keras antara kaum adat dan kaum muda tentang pelaksanaan ajaran Islam. Banyak hal-hal yang tidak dibenarkan dalam Islam, tapi dipraktikkan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari.

Belakangan ia diberikan sebutan Buya, yaitu panggilan buat orang Minangkabau yang berasal dari kata abi, abuya dalam bahasa Arab, yang berarti ayah kami, atau seseorang yang dihormati. Sejak muda, HAMKA dikenal sebagai seorang pengelana. Bahkan ayahnya, memberi gelar Si Bujang Jauh.

Putra HAMKA bernama H. Rusydi HAMKA, kader PPP, anggota DPRD DKI Jakarta. Anak Angkat Buya Hamka adalah Yusuf Hamka, Chinese yang masuk Islam.

A. RIWAYAT PENDIDIKAN

HAMKA di Sekolah Dasar Maninjau hanya sampai kelas dua. Ketika usia 10 tahun, ayahnya telah mendirikan Sumatera Thawalib di Padang Panjang. Di situ HAMKA mempelajari agama dan mendalami bahasa Arab. HAMKA juga pernah mengikuti pengajaran agama di surau dan masjid yang diberikan ulama terkenal seperti Syeikh Ibrahim Musa, Syeikh Ahmad Rasyid, Sutan Mansur, R.M. Surjopranoto dan Ki Bagus Hadikusumo.

Pada usia 16 tahun ia merantau ke Jawa untuk menimba ilmu tentang gerakan Islam modern kepada HOS Tjokroaminoto, Ki Bagus Hadikusumo, RM Soerjopranoto, dan KH Fakhrudin. Saat itu, HAMKA mengikuti berbagai diskusi dan training pergerakan Islam di Abdi Dharmo Pakualaman, Yogyakarta.

B. RIWAYAT KARIER

HAMKA bekerja sebagai guru agama pada tahun 1927 di Perkebunan Tebing Tinggi, Medan. Pada tahun 1929 di Padang Panjang, HAMKA kemudian dilantik sebagai dosen di Universitas Islam, Jakarta dan Universitas Muhammadiyah, Padang Panjang dari tahun 1957- 1958. Setelah itu, beliau diangkat menjadi rektor Perguruan Tinggi Islam, Jakarta dan Profesor Universitas Mustopo, Jakarta.

Dari tahun 1951 hingga tahun 1960, beliau menjabat sebagai Pegawai Tinggi Agama oleh Menteri Agama Indonesia. Pada 26 Juli 1977 Menteri Agama Indonesia, Prof. Dr. Mukti Ali, melantik HAMKA sebagai Ketua Umum Majlis Ulama Indonesia tetapi beliau kemudian meletakkan jabatan itu pada tahun 1981 karena nasihatnya tidak dipedulikan oleh pemerintah Indonesia.

C. RIWAYAT ORGANISASI

HAMKA aktif dalam gerakan Islam melalui organisasi Muhammadiyah. Beliau mengikuti pendirian Muhammadiyah mulai tahun 1925 untuk melawan khurafat, bid’ah, tarekat dan kebatinan sesat di Padang Panjang. Mulai tahun 1928 beliau mengetuai cabang Muhammadiyah di Padang Panjang. Pada tahun 1929 HAMKA mendirikan pusat latihan pendakwah Muhammadiyah dan dua tahun kemudian beliau menjadi konsul Muhammadiyah di Makassar. Kemudian beliau terpilih menjadi ketua Majlis Pimpinan Muhammadiyah di Sumatera Barat oleh Konferensi Muhammadiyah, menggantikan S.Y. Sutan Mangkuto pada tahun 1946. Pada tahun 1953, HAMKA dipilih sebagai penasihat pimpinan Pusat Muhammadiyah.

D. AKTIVITAS POLITIK HAMKA

Kegiatan politik HAMKA bermula pada tahun 1925 ketika beliau menjadi anggota partai politik Sarekat Islam. Pada tahun 1945, beliau membantu menentang usaha kembalinya penjajah Belanda ke Indonesia melalui pidato dan menyertai kegiatan gerilya di dalam hutan di Medan. Pada tahun 1947, HAMKA diangkat menjadi ketua Barisan Pertahanan Nasional Indonesia.

Pada tahun 1955 HAMKA beliau masuk Konstituante melalui partai Masyumi dan menjadi pemidato utama dalam Pilihan Raya Umum. Pada masa inilah pemikiran HAMKA sering bergesekan dengan mainstream politik ketika itu. Pemikiran HAMKA ditentang keras oleh sebagian besar anggota Konstituante, termasuk Presiden Sukarno. Perjalanan politiknya bisa dikatakan berakhir ketika Konstituante dibubarkan melalui Dekrit Presiden Soekarno pada 1959.

Dari tahun 1964 hingga tahun1966, HAMKA telah dipenjarakan oleh Presiden Sukarno kerana dituduh pro-Malaysia. Semasa dipenjarakanlah maka beliau mula menulis Tafsir al-Azhar yang merupakan karya ilmiah terbesarnya. Setelah keluar dari penjara, HAMKA dilantik sebagai ahli Badan Musyawarah Kebajikan Nasional, Indonesia, anggota Majlis Perjalanan Haji Indonesia dan anggota Lembaga Kebudayaan Nasional, Indonesia.

E. AKTIVITAS SASTRA HAMKA

HAMKA merupakan seorang wartawan, penulis, editor dan penerbit. Sejak tahun 1920-an, HAMKA menjadi wartawan beberapa buah surat kabar seperti Pelita Andalas, Seruan Islam, Bintang Islam dan Seruan Muhammadiyah. Pada tahun 1928, beliau menjadi editor majalah Kemajuan Masyarakat. Pada tahun 1932, beliau menjadi editor dan menerbitkan majalah al-Mahdi di Makasar. HAMKA juga pernah menjadi editor majalah Pedoman Masyarakat, Panji Masyarakat dan Gema Islam.

HAMKA juga menghasilkan karya ilmiah Islam dan karya kreatif seperti novel dan cerpen. Karya ilmiah terbesarnya ialah Tafsir al-Azhar (5 jilid).

Pada 1950, ia mendapat kesempatan untuk melawat ke berbagai negara daratan Arab. Sepulang dari lawatan itu, HAMKA menulis beberapa roman. Antara lain Mandi Cahaya di Tanah Suci, Di Lembah Sungai Nil, dan Di Tepi Sungai Dajlah. Sebelum menyelesaikan roman-roman di atas, ia telah membuat roman yang lainnya. Seperti Di Bawah Lindungan Ka’bah, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Merantau ke Deli, dan Di Dalam Lembah Kehidupan merupakan roman yang mendapat perhatian umum dan menjadi buku teks sastera di Malaysia dan Singapura.

Setelah itu HAMKA menulis lagi di majalah baru Panji Masyarakat yang sempat terkenal karena menerbitkan tulisan Bung Hatta berjudul Demokrasi Kita.

F. AKTIVITAS KEAGAMAAN

Setelah peristiwa 1965 dan berdirinya pemerintahan Orde Baru, HAMKA secara total berperan sebagai ulama. Ia meninggalkan dunia politik dan sastra. Tulisan-tulisannya di Panji Masyarakat sudah merefleksikannya sebagai seorang ulama, dan ini bisa dibaca pada rubrik Dari Hati Ke Hati yang sangat bagus penuturannya. Keulamaan HAMKA lebih menonjol lagi ketika dia menjadi ketua MUI pertama tahun 1975.

HAMKA dikenal sebagai seorang moderat. Tidak pernah beliau mengeluarkan kata-kata keras, apalagi kasar dalam komunikasinya. Beliau lebih suka memilih menulis roman atau cerpen dalam menyampaikan pesan-pesan moral Islam.

Ada satu yang sangat menarik dari Buya HAMKA, yaitu keteguhannya memegang prinsip yang diyakini. Inilah yang membuat semua orang menyeganinya. Sikap independennya itu sungguh bukan hal yang baru bagi HAMKA. Ketika tidak lagi disibukkan dengan urusan-urusan politik, hari-hari HAMKA lebih banyak diisi dengan kuliah subuh di Masjid Al-Azhar, Jakarta Selatan.

G. PENGHARGAAN

Atas jasa dan karya-karyanya, HAMKA telah menerima anugerah penghargaan, yaitu Doctor Honoris Causa dari Universitas al-Azhar Cairo (tahun 1958), Doctor Honoris Causa dari Universitas Kebangsaan Malaysia (tahun 1958), dan Gelar Datuk Indono dan Pengeran Wiroguno dari pemerintah Indonesia

H. PANDANGAN HAMKA TENTANG KESASTRAAN

Pandangan sastrawan, HAMKA yang juga dikenal sebagai Tuanku Syekh Mudo Abuya Prof. Dr. Haji Abdul Malik Karim Amrullah Datuk Indomo tentang kepenulisan. Buya HAMKA menyatakan ada empat syarat untuk menjadi pengarang. Pertama, memiliki daya khayal atau imajinasi; kedua, memiliki kekuatan ingatan; ketiga, memiliki kekuatan hapalan; dan keempat, memiliki kesanggupan mencurahkan tiga hal tersebut menjadi sebuah tulisan.

I. BUAH PENA BUYA HAMKA

Kitab Tafsir Al-Azhar merupakan karya gemilang Buya HAMKA. Tafsir Al-Quran 30 juz itu salah satu dari 118 lebih karya yang dihasilkan Buya HAMKA semasa hidupnya. Tafsir tersebut dimulainya tahun 1960.

HAMKA meninggalkan karya tulis segudang. Tulisan-tulisannya meliputi banyak bidang kajian: politik (Pidato Pembelaan Peristiwa Tiga Maret, Urat Tunggang Pancasila), sejarah (Sejarah Umat Islam, Sejarah Islam di Sumatera), budaya (Adat Minangkabau Menghadapi Revolusi), akhlak (Kesepaduan Iman & Amal Salih ), dan ilmu-ilmu keislaman (Tashawwuf Modern). Beliau juga menulis beberapa roman seperti Di Bawah Lindungan Ka’bah, Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, Merantau ke Deli, dan Di Dalam Lembah Kehidupan

J. WAFATNYA HAMKA

Pada tanggal 24 Juli 1981 HAMKA telah pulang ke rahmatullah. Jasa dan pengaruhnya masih terasa sehingga kini dalam memartabatkan agama Islam. Beliau bukan sahaja diterima sebagai seorang tokoh ulama dan sastrawan di negara kelahirannya, bahkan jasanya di seantero Nusantara, termasuk Malaysia dan Singapura, turut dihargai.

Bean Says

Thanks for follow my blog

Royalgreen

Royalgreen
Berpijak di atas bumi, tetap berdiri dan bertahan dtengah kerasnya kehidupan yang tak menghargai ketidaksempurnaan dan tak ada toleransi bagi sebuah kelemahan.